Blogger Widgets

Archive for Maret 2014

kelompok 9 runtuhnya uni soviet dan pakta warsawa

RUNTUHNYA UNI SOVIET DAN PAKTA WARSAWA

ARTIKEL ILMIAH
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
Sejarah eropa
Yang di bina oleh Aditya N.Widiadi, M.Pd


Di selesaika oleh :
Maya Indy Florensa
Alifah Nur Muslimah
Bahktiar adi















UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN SEJARAH
2014
ABSTRAK
 Uni Soviet menganut sistem politik satu partai yang dipegang oleh Partai Komunis hingga 1990. Walaupun Uni Soviet sebenarnya adalah suatu kesatuan politik dari beberapa republik Soviet dengan ibu kota di Moskwa, nyatanya Uni Soviet menjelma menjadi negara yang pemerintahannya sangat terpusat dan menerapkan sistem ekonomi terencana. Pemerintahan Sementara Rusia, hanya bertahan beberapa bulan. Setelah kaum Bolshevik menang dalam Perang Sipil Rusia setelah itu, Uni Soviet didirikan pada tanggal 30 Desember 1922 dengan anggota RSFS Rusia, RSFS Transkaukasia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia. Pasca-kematian pemimpin Soviet yang pertama, Vladimir Lenin, pada tahun 1924, Josef Stalin menjadi penggantinya setelah memenangkan perebutan kekuasaan dan memimpin negara tersebut melewati proses industrialisasi besar-besaran dengan sistem ekonomi terencana dan penindasan politik. Setelah empat tahun berperang secara besar-besaran, Uni Soviet muncul sebagai salah satu dari dua negara adidaya pemenang perang selain Amerika Serikat. Uni Soviet dan negara-negara satelitnya di Eropa Timur terlibat dalam Perang Dingin, yaitu perebutan pengaruh ideologi dan politik global yang berkepanjangan melawan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Blok Barat. Pada akhirnya, Uni Soviet mengalami kekalahan dalam hal ekonomi serta politik dalam dan luar negeri. Pada akhirnya uni soviet di pimpin gorbachev dengan menyusun pemerintahanya melalui  kebijakan glasnost dan perestroika, tetapi justru memicu perpecahan di Uni Soviet yang akhirnya secara resmi bubar pada tanggal 26 desember 1991 setelah gagalnya kudeta pada bulan Agustus sebelumnya. Hak dan kewajiban negara ini kemudian dilanjutkan oleh Federasi Rusia. 
Kata kunci : Glasnost : Keterbukaan ,Perestroika: Restrukturisasi ,Democratizatsia: Demokratisasi , munculnya gorbachev , Revolusi Bolshevik ,



PENDAHULUAN
A.    Latar belakang runtuhnya uni soviet dan pakta warsawa
Revolusi Bolshevik pimpinan Lenin melahirkan negara Uni Soviet dan menjadikan Komunisme sebagai ideologi satu-satunya. Tahun 1920 Lenin mengumandangkan Komintern Pact ( Pacta Komunisme Internasional) sehingga komunis tidak hanya di Uni Soviet saja, tetapi juga berkembang di seluruh dunia.
Tanggal 11 Maret 1985 Mikhail Gorbachev terpilih menjadi Sekretaris Jendrak Komunis dan Presiden Uni Soviet, kemudian ia harus menghadapi kemacetan ekonomi warisan pendahulunya. Maka ia mencoba melakukan pembaharuan di bidang politk dan ekonomi melalui Glasnost dan perestroika, Gorbachev mempunya maksud menanmpilkan Komunisme Uni Soviet dalam bentuk baru, tetapi program ini mendapatkan masalah yang serius di dalam negerinya. Tanggal 19 Agustus 1991 terjadi percobaan Kudeta dengan  Gorbachev kurang sehat , Tindakan pengambilalihan kekuasaan ini mendapat tentangan keras dari rakyat di bawah pimpinan Presiden Republik Rusia : Boris Yeltsin. Kudeta ini akhirnya berhasil digagalkan. Setelah menjadi Presiden kembali, Gorbachev melepaskan jabatannya sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis dan memerintahkan pembekuan segala aktivitas Partai Komunis dan penyitaan semua kekayaan partai. Sementara negara bagian, kecuali Rusia dan Kazhaksthan, mengumumkan kemerdekaannya.
Tanggal 5 September 1991 diadakan Konggres wakil Rakyat untuk membicarakan pembubaran pemerintahan pusat warisan Lenin. 5 negara bagian tidak ambil bagian dalam sidang tersebut, yaitu: Lithuania, Estonia, Latvia, Georgia, dan Moldova. Sementara Lithuania, Estonia, dan Latvia telah mendapatkan kemerdekaannya dari Uni Soviet tanggal 6 September 1991. Georgia dan Moldova menolak mengikuti perundingan karena sedang memperjuangkan pemerintahan sementara di wilayah masing-masing. Konggres tersebut sepakat membentuk Uni negara yang berdaulat, namun kesepakatan tidak berlaku karena keutuhan Uni Soviet tidak bisa dipertahankan lagi.
Desember 1991, Gobachev semakin tidak mampu mengatasi perpecahan Uni Soviet. Akhirnya pada tanggal 18 Desember 1991, Mikhail Gorbachev dan Boris Yeltsin sepakat membubarkan Uni Soviet dan membentuk persemakmuran negara-negara merdeka bernama CIS (Commonwealth of Independent States).
Sedangkan dengan pakta warsawa , ini adalah berhubungan dengan politik dan militer yang lahir dari pertarungan ideologi dan perasaan saling-curiga antara Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan negara-negara komunis Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. NATO adalah singkatan dari North Atlantic Treaty  Organization atau lazim diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi Pakta Pertahanan Atlantik Utara. negara-negara blok komunis di Eropa Timur
membentuk  Pakta Warsawa, aliansi politik dan militer yang bermarkas besar di ibukota Polandia, Warsawa.Anggotanya mencakup Uni Soviet, Polandia, Rumania,  Bulgaria, Cekoslowakia, Hongaria dan Jerman Timur. seperti halnya NATO, serangan terhadap salah satu negara anggotanya akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh negara anggota pakta tersebut dan akan dihadapi bersama. Tetapi sesudah pemerintah-pemerintah komunis di Eropa Timur
bertumbangan berganti dengan pemerintahan demokratis, Pakta Warsawa dengan resmi dinyatakan bubar sebagai pakta militer bulan Maret 1991 dan bubar dari
 perannya sebagai aliansi politik bulan Juli 1991. Uni soviet runtuh dan otomatis pakta warsawa juga ikut runtuh.










PEMBAHASAN
               Salah satu Negara adidaya yang pernah ada dari 1917-1991,Uni Soviet adalah Negara terbesar dan tertua yang berbasis Komunis yang pernah ada.Uni Soviet juga pernah berjasa atas Indonesia,semasa pemerintahan Soekarno berkuasa. Indonesia sempat meminta bantuan Amerka Serikat untuk mengusir Belanda dari Irian Barat namun gagal.Hingga akhir nya Indonesia berhasil membuat perjanjian jual beli senjata dengan Uni Soviet dan berhasil merebut kembali Irian Barat. Pada awalnya mereka hanya terdiri atas empat negara Republik Sosialis Soviet, Uni Soviet berkembang menjadi 15 negara atau “uni republik” pada tahun 1956, yaitu: Armenia, Azerbaijan, Byelorusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgizstan, Latvia, Lituania, Moldavia, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina dan Uzbekistan. Uni Soviet mengalami penguatan otoritas yang cukup berarti setelah Perang Dunia II. Kerjasama diplomatik dengan 52 negara terbentuk pada saat itu. Uni Soviet pun turut serta dalam Konferensi Paris tahun 1946, untuk membahas nasib negara-negara bekas sekutu Jerman seperti Italia, Bulgaria, Hungaria, Rumania, dan Finlandia. Amerika Serikat bersama Uni Soviet juga memprakarsai berdirinya PBB pada tahun 1945 bersama dengan kekuatan anti-Fasis lainnya. Ketegangan antara blok timur yang dipimpin Uni Soviet dan blok barat dipimpin oleh Amerika,mulai mereda ketika Mikhail Gorbachev (1985-1991) mulai memimpin Uni Soviet.
A.    Keadaan geografis uni soviet

Dengan area seluas 22.402.200 km2, Uni Soviet adalah bekas negara terluas di dunia. Luas wilayahnya yang meliputi seperenam daratan di muka bumi hampir sama luasnya dengan Amerika Utara. Seperempat wilayah Uni Soviet berada di Eropa serta menjadi pusat ekonomi dan budaya. Wilayah bagian timurnya di Asia yang jarang berpenduduk memanjang hingga Samudera Pasifik di sebelah timur dan Afganistan di sebelah selatan. Uni Soviet membentang sepanjang lebih dari 10.000 km dari timur ke barat dan hampir 7.200 km dari utara ke selatan, melintasi sebelas daerah waktu. Uni Soviet juga mempunyai batas negara terpanjang di dunia dengan panjang lebih dari 60.000 km, dua pertiganya adalah garis pantai samudra atlantik. Uni Soviet dan Amerika Serikat dibatasi oleh Selat Bering.
B.     Masa awal uni soviet
Uni soviet adalah negara yang di dirikan  pada bulan Desember 1922 dengan anggota RSFS Rusia, RSS Ukraina, RSS Byelorusia, dan masing masing di pimpin oleh partai bolshevik setempat. Lenin yang di tunjuk sebagai pemimpin uni soviet yang pertama.
·         Era stalin
Lenin meninggal pada tahun 1924 , dan di gantikan oleh josef stalin , pada masa pemerintahanya ia memodernisasikan pertanian dengan kolektivitasnya dan memebuat para rakyat kelaparan , selain itu stalin juga membunuh para rakyat yang membangkang , Pada tahun 1939, Soviet menandatangani pakta non-agresi dengan Nazi Jerman yang memberi jalan bagi Uni Soviet untuk menangkap bagian timur dari polandia , negara-negara baltik , dan bessarabia. Penangkapan soviet dengan polandia di waranai dengan kejadian pembunhan massal sebanyak 20.00 orang oleh NKVD yang di ketuai oleh stalin sendiri. Jadi pada saat  uni soviet berada di tangan stalin , kekacauan dan penbunuhan , serta kesensaraan rakyat uni soviet semakin parah.  Diantara politik ekonomi yang ditegaskan Stalin adalah kolektivisasi paksa sektor pertanian; politik ini amat tidak populer di kalangan petani dan banyak diantara mereka menentangnya. Di awal tahun 1930-an, dengan perintah Stalin, berjuta-juta petani dibunuh atau dibiarkan mati kelaparan. Dan pada akhirnya politik ini berhasil. Secara ekonomi, sektor pertanian Uni Soviet boleh dibilang terbelakang sejak saat itu.

 

 

 

·         Era Khrushchev

Stalin meninggal pada tahun 1953 dan digantikan oleh Nikita Khrushchev Khrushchev adalah kekuatan pendorong di balik “perbaikan” yang mengkosongkan kamp-kamp kerja paksa mengizinkan kembalinya sebagian besar kebangsaan ke wilayah-wilayah pribuminya yang dulu di pindahkan secara paksa selama perang pada masa stalin. Dalam sebuah pidato di kongres partai ke-20 pada februari 1956 , Khrushchev bahkan berani untuk menyerang stalin , Khrushchev mengutip contoh teror yang di lakukan oleh stalin , Khrushchev mengakui dan menolak adanya stalinisme. Penyingkapan  yang di lakukan oleh Khrushchev menciptakan kegemparan bagi seluruh dunia dan memicu pemberontakan kaum komunis di mana-mana , di kalangan negri satelit soviet , seperti polandia , hungaria , mengalami pemberontakan , banyak pekerja memaksa perubahan kepemimpinan. Dalam kebijakn luar negeri Khrushchev menyatakan mendorong perdaimaian. Khrushchev dengan sikapnya yang tidak sabar ingin sekali mendorong negrinya untuk lebih tinggi , mendesak pembaharuan di bidang industri dan membuat benci para seksi-seksi negara.  Tetapi tidak lama dia di lengserkan jabatanya sebgai sekertaris jenderal komunis dan kepala negara  uni soviet pada tanggal 1964 akibat dari krisis rudal kuba yang nyaris terjadinya perang nuklir.
·         Era brezhnev
Setelah Khrushchev dilengserkan, pada tahun 1970 saat Brezhnev mengangkat dirinya sebagai pemimpin tunggal. Pada tahun 1968, Uni Soviet dan negara-negara derngan anggota Pakta Warsawa menginvasi Cekoslowakia untuk mencegah meluasnya reformasi Musim Semi Praha. Pada masanya, Brezhnev memulai politik détente yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dengan negara-negara Barat. Era Brezhnev juga dikenal sebagai "Masa Stagnasi" karena birokrasi Soviet yang kaku saat itu menghalangi inovasi dan pembaruan dalam segala bidang, terutama bidang politik, ekonomi, dan teknologi. Brezhnev meninggal pada tahun 1982.
·         Era gorbachev
Pada saat gorbachev memperkenalkan glasnost (keterbukaan polotik) , perestroika (restrukturisasi ekonomi ) , dan uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi ) .  perekonomian Uni Soviet mengalami inflasi tersembunyi yang diperparah oleh maraknya pasar gelap. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan sebagai negara adidaya dalam bidang militer, spionase, dan bantuan bagi negara-negara sahabat, telah banyak membebani perekonomian Uni Soviet. Gelombang baru industrialisasi yang didasarkan pada teknologi informasi membuat Uni Soviet kelabakan mengadopsi teknologi Barat dan mencari kredit untuk mengatasi keterbelakangannya. Pemilihan umum anggota kongres diadakan di Uni Soviet pada bulan Maret dan April 1989. Pada tanggal 15 Maret 1990, Gorbachev terpilih sebagai Presiden Uni Soviet yang pertama.

C.    Krisis dan kejatuhan uni soviet
Kali ini pada masa gorbachev , mengalami masa kejatuhan pada uni soviet , karena di akibatkan Upaya Gorbachev untuk merampingkan sistem komunis memang membawa harapan, tetapi tidak dapat dikendalikan sehingga mengakibatkan serangkaian peristiwa yang akhirnya ditutup dengan pembubaran Uni Soviet. Kebijakan perestroika yaitu restrukturisasi dalam bidang politik dan ekonomi dengan tujuan  untuk mengatasi stagnasi untuk akselerasi kemajuan dalam bidang politik dan ekonomi, dan glasnost yaitu keterbukaan  yang mulanya dimaksudkan sebagai alat untuk merangsang perekonomian Uni Soviet malah menimbulkan akibat-akibat yang tak diharapkan. Ada dua faktor yang mempengaruhi runtuhnya uni soviet , ada faktok panjang dan faktor pendek. Adapun faktor panjang adalah : lemahnya struktur ekonomi yang dibangun dalam sistem ekonomi komando, semua program dan sistem perencanaan strategi ekonomi dipegang oleh pusat sehingga mengakibatkan adanya infleksibilitas dalam suatu sentral perencanaan ekonomi. Pada tahun 1920-an di mana uni soviet menerapkan dikte dari  pemerintahan pusat tentang jenis barang yang akan di produksi dan berapa harga yang harus di capai untuk memnuhi permintaan konsumen keberhasilan dalam hubungan antara permintaan dan suplai dari pemerintah. Akan tetapi, hal itu tidak bertahan lama, tidak setelah terjadi revolusi di dalam bidang teknologi, pemerintah Uni Soviet tidak berhasil melakukan modernisasi sebagaimana bangsa barat lakukan pada masa itu. Pertanian merupakan sektor yang terkenal lemah dari ekonomi Soviet, sentralisasi perencanaan pusat menahan produktivitas dan promosi dari bidang agrikultur. Dan faktor yang pendek adalah : pada tahun 1970-an terdapat penurunan yang sangat drastis dari panen di akhir 1970-an dan stagnasi dalam produksi beberapa industry merupakan penyebab dari stagnasi ekonomi nasional Uni Soviet. Selain itu pada awal 1980-an terjadi penurunan kesehatan masyarakat yang mengakibatkan peningkatan tingkat kematian Uni Soviet ( Crockatt, 2001:  95-96). Dan ada salah pemikir yang mempunyai inesiatif untuk merubah semua sistem perekonomian uni soviet yaitu Mikhail Gorbachev (11 Maret 1985), tetapi perubahan tersebut tidak berdampak baik bagi uni soviet malahan berdampak buruk , akibatnya yang terjadi pada uni soviet perekonomian semakin memburuk.
            Ada  poin yang ada pada kebijakan glastnot dan Perestroika. Adapun poin pada kebijakan perestroika adalah :
1.      berakhirnya “leading role” dari partai komunis, adanya izin bagi para penguaha dalam negeri untuk menjual sebagian produknya ke pasar bebas, adanya joint venture. Dan membuka invesstor asing untuk ikut join bersama uni soviet. Dan dalam bidang politiknya mengizinkan adanya partai komunis untuk dapat mengikuti adanya pemilu. Dan di ciptakanya badan eksekutif presiden.
Dan poin glastnot adalah :
1.      perkenalan terhadap prinsip kebebasan untuk mengkritik, menghilangkan control terhadap media dan penerbitan serta kebebasan untuk beribadah (Crockatt, 2001: 97).
Apa yang di lakukan oleh Gorbachev berdampak besar bagi masyarakat uni soviet , yaitu munculnya beberapa kelompok yang menanggapi reformasi yang di jalankan oleh Gorbachev ini , adapun kelompok yang mendukung adalah :
1.      , Kelompok Moderat, yaitu kelompok yang menyetujui reformasi tetapi menjalankan komunisme yang disempurnakan. 
2.      Kelompok Konservatif, yaitu kelompok yang menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme. 
3.      Kelompok Radikal, yaitu kelompok yang mendukung reformasi dan ingin meninggalkan komunisme.
Kombinasi yang terjadi antara Glasnost dan Perestroika  membunuh semua adanya partai komunis dan dan akhirnya akibat itu uni soviet di tinggalkan oleh anggota sekutunya , setelah semua itu terjadi, uni soviet di sahkan untuk di bubarkan pada 8 Desember 1991 ditandai dengan penurunan bendera Uni Soviet dan dikibarkan bendera Rusia. Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet yang lain mulai muncul sebagai negara yang merdeka (Crockatt, 2001: 99)
PAKTA WARSAWA
Pakta Warsawa adalah aliansi militer negara-negara Blok Timur di Eropa Timur,yang bertujuan mengorganisasikan diri terhadap kemungkinan ancaman dari aliansi NATO yang telah dibentuk lebih dahulu pada tahun 1949. Pasca Perang Dingin II, Uni Soviet menduduki negara negara Baltik dan menjadikan negara negara Eropa Timur taklukan sebagai negara satelitnya dengan kontrol yang  ketat dan memaksakan paham komunis/sosialisme sebagai ideologi negara. Perang Dingin dimulai pasca Perang Dingin II antara blok Barat yang dimotori Amerika Serikat, Inggris dan sekutunya melawan blok Timur dimana Uni Sovyet dan Eropa Timur sebagai sekutunya. Ekspansi Soviet di Eropa Timur mendorong Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa untuk membentuk NATO. NATO berdiri "untuk mengkoordinasikan pertahanan militer negara-negara anggota terhadap kemungkinan agresi Soviet." Pakta Warsawa dibentuk sebagai respon langsung terhadap NATO. Pakta ini berdiri untuk melindungi negara-negara satelit Soviet yang dibentuk setelah Perang Dunia II, dan menjamin bahwa tidak ada musuh yang menyerang negara-negara satelit tersebut. Uni Soviet juga memiliki kekuatan untuk mengintervensi secara militer jika salah satu negaranya berusaha mengumumkan kemerdekaan. Meski Uni Soviet mengikatkan dominasinya di Eropa Timur karena Pakta Warsawa, aliansi nominal ini jelas-jelas dipegang sebagai koersi. Soviet semakin khawatir ketika Barat secara aktif mendorong Jerman Barat untuk memiliki persenjataan kembali, untuk membantu menyeimbangkan kekuatan Uni Soviet. Kekhawatiran terhadap militer Jerman yang kuat di perbatasan negara-negara Soviet menjadi pemicunya. Pada 14 Mei 1955, semua negara yang berada di dalam pengawasan Uni Soviet menandatangani perjanjian Pakta Warsawa. Pertarungan sekaligus melibatkan ideologi demokrasi - kapitalisme melawan komunis - sosialisme. Dimulailah era perlombaan senjata nuklir, perlombaan ke ruang angkasa hingga berebut pengaruh di dunia ketiga termasuk Indonesia. Pertikaian di antara negara-negara anggota Pakta Warsawa dan ketidakstabilan dari sekutu-sekutu baratnya, yang pertama-tama diperlihatkan oleh bangkitnya Lech WaÅ‚Ä™sa pada 1980 ke tampuk pimpinan serikat buruh Solidaritas berlangsung cepat, sehingga membuat Uni Soviet tidak mampu mengandalkan negara-negara satelitnya untuk melindungi perbatasannya.
  Pakta Warsawa dirancang oleh Nikita Khrushchev pada 1955 dan ditanda tangani di Warsawa pada 14 Mei 1955. Pakta Warsawa terdiri dari 7 negara yaitu UniSoviet, Bulgaria, Rumania, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Cekoslowakia. Pembentukan ini menegaskan Eropa terbagi menjadi dua kubu, yaitu blok timur dan blok barat.  Pakta ini berakhir pada 31 Maret 1991 dan diakhiri secara resmi dalam pertemuan di Praha pada 1 Juli 1991 karena seiring dengan gelombang revolusi demokratik di Eropa Timur dan bubarnya Uni Soviet pada tahun yang sama. Hal ini juga menandakan runtuhnya komunisme di Eropa. Setelah uni soviet runtuh akibat pemerintahan gorbachev yang memperkenalkan tiga perubahanya , yang mengakibatkan tidak terkontrolnya sistem perekonomian uni soviet pada saat itu juga pakta warsawa ikut runtuh.

Kesimpulan
Negara uni soviet yang besar dahulunya , uni soviet  menganut sistem politik satu partai yang dipegang oleh Partai Komunis hingga 1990. Pada pemerintahanya di pegang oleh beberapa yang berkuasa antara lain :
1.       Era stalin , pada era ini masayarakat menjadi sengsara , kelaparan dan dan pembunuhan di mana-mana , Diantara politik ekonomi yang ditegaskan Stalin adalah kolektivisasi paksa sektor pertanian; politik ini amat tidak populer di kalangan petani dan banyak diantara mereka menentangnya. Di awal tahun 1930-an, dengan perintah Stalin, berjuta-juta petani dibunuh atau dibiarkan mati kelaparan. Dan pada akhirnya politik ini berhasil. Secara ekonomi, sektor pertanian Uni Soviet boleh dibilang terbelakang sejak saat itu.

2.       Era Era Khrushchev

berusaha memperbaiki hubungan dengan orang barat. uni soviet pada tanggal 1964 akibat dari krisis rudal kuba yang nyaris terjadinya perang nuklir.

3.       Era brezhnev
Pada masanya, Brezhnev memulai politik détente yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dengan negara-negara Barat. Era Brezhnev juga dikenal sebagai "Masa Stagnasi" karena birokrasi Soviet yang kaku saat itu menghalangi inovasi dan pembaruan dalam segala bidang, terutama bidang politik, ekonomi, dan teknologi.
4.       Pada saat gorbachev memperkenalkan glasnost (keterbukaan polotik) , perestroika (restrukturisasi ekonomi ) , dan uskoreniye (percepatan pembangunan ekonomi ) .  perekonomian Uni Soviet mengalami inflasi tersembunyi yang diperparah oleh maraknya pasar gelap, pada masa ini uni soviet menjadi tidak karuan dan membuatnya kehilangan keseimbangan pada sistem ekonomi dan pemerintahannya.
5.       Pada saat uni soviet membentuk pakta warsawa untuk mengimbangi blok
barat yang membentuk NATO , pada saat itu uni soviet tidak bisa di kendalikan lagi karena ada pembaharuan gorbachev yang di terapkan membuat uni soviet berdampak buruk , dan adanya pertikaian antara blok barat dan blok timur membuat uni soviet semakin terpuruk , akibat pertikaian itu pakta warsawa yang di dirikan oleh blok timur runtuh akibatanya uni soviet sudah tidak bisa menaungi negara-negara satelitnya.

DAFTAR RUJUKAN
Perry, Marvin. 2013. Peradaban Barat Dari Revolusi Prancis Hingga Zaman Global. Bantul: Kreasi Wacana.
Rahrdja,pratama.1986.hilangnya Uni Soviet dalam peradaban dunia.
Yogyakarta;Intermedia

Negoro,st harapan,b.1991.jatuhnya Uni Soviet.Balai Aksara.

Nugraha,Deni.1991.munculnya Gorbachev.Jakarta;Gramedia
Crockatt, Richard (2001) The End of the Cold War, in Baylis, John & Smith, Steve (eds.), The Globalization of World Politics, 2nd edition, Oxford University Press, pp. 92-110.





Artikel Ilmiah Sejarah Eropa Kelompok 8

KEADAAN EKONOMI EROPA PASCA PERANG DUNIA II HINGGA MENJADI UNI EROPA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KERJASAMA DI INDONESIA
Ana Nur Rohmatus Saudah (130731615736)
Dina Cahyaning Pertiwi (130731607230)
Irma Erfiana (130731615750)
Widi Yoga Prakoso (130731616741)

Abstrak
            Setelah berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara Eropa mengalami kemerosotan yang sangat tajam di bidang ekonomi. Dengan adanya kenyataan tersebut, negara Amerika Serikat memberikan bantuan melalui kebijakan Marshall Plan.
            Setelah Marshall Plan berakhir, negara-negara Eropa membentuk suatu komunitas yang bertujuan untuk memulihkan perekonomian Eropa bernama EEC (European Economic Community) atau Masyarakat Ekonomi Eropa. Setelah sukses dengan menjalankan programnya melalui kebijakan-kebijakan seperti Tarif Bea Bersama (Common Customs Tariff) dan Kebijakan Komersial Bersama (Common Commercial Policy), EEC mengganti namanya menjadi Euratom (Masyarakat Atom Eropa).
Hingga akhirnya, pada abad ke-20 EEC berubah menjadi European Union atau Uni Eropa hingga saat ini. Tercatat ada 27 negara anggota UE dengan 23 bahasa resmi. Pengaruh Uni Eropa tidak hanya terjadi pada negara-negara Eropa, tetapi juga sampai pada Indonesia melalui berbagai bentuk kerjasama.
Kata Kunci : Marshall Plan, Masyarakat Ekonomi Eropa, Masyarakat Uni Eropa

Pendahuluan
Sejarah telah mencatat bahwa negara-negara Barat (Regional Eropa) merupakan wilayah-wilayah tempat munculnya peradaban manusia yang cukup maju. Mulai dari pesisir pantai sampai dengan wilayah daratan Eropa tidak luput dari keterlibatannya dalam perkembangan peradaban kehidupan manusia dari dulu sampai sekarang. Hubungan-hubungan masa lalu yang tercipta sebagai hasil dari upaya pemenuhan kebutuhan hidup melalui perdagangan, perluasan wilayah, dan pengakuan kedaulatan dari wilayah-wilayah sekitar telah menimbulkan banyak kejadian penting yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban kehidupan manusia sampai detik ini.
Kesadaran terhadap dampak negatif dari peperangan di masa lalu –puncaknya pada pasca Perang Dunia II– menyebabkan negara-negara Eropa yang termasuk ke dalam blok Eropa Barat mendirikan Council of Europe  pada tahun 1949. Pengalaman yang tidak menyenangkan selama masa perang memicu negara-negara Eropa Barat untuk melakukan usaha-usaha penyelamatan Eropa dari kemungkinan-kemungkinan peperangan di masa yang akan datang. Dalam perkembangan Uni Eropa, negara-negara pionir –yang juga dikenal dengan sebutan The Inner Six– sering melakukan pertemuan-pertemuan dan menghasilkan traktat-traktat yang menghasilkan kesepakatan baru.
Perjalanan terbentuknya Uni Eropa dari masa awal mengalami perkembangan yang cukup bagus dan signifikan. Hal yang paling mencolok adalah semakin banyaknya negara-negara Eropa yang bergabung dengan The Inner Six sehingga terbentuklah persatuan yang saat ini dikenal dengan sebutan European Union. Saat ini tercatat ada 27 negara anggota UE dengan 23 bahasa resmi.

Pembahasan
1. Perekonomian Eropa setelah Perang Dunia II
Setelah Perang Dunia II berakhir, kondisi ekonomi Eropa pada saat itu sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, negara pemenang Perang Dunia II saat itu (Amerika karena negara merdeka tidak terkena dampak Perang Dunia II) mengeluarkan rencana pembangunan ekonomi di Eropa Barat yang disebut Marshall Plan. “the result of the Marshall Plan were sepectacular. Two years after it’s initation the productivity of Western Europe exceeded its prewar average by 25 %  ; at its termination, in 1952, productivity was twice that of 1938.” : Dengan adanya Marshall Plan, Eropa mengalami kemajuan dalam perokonomian mereka (Pipes, 1981:330). Inisiatif tersebut dikemukakan oleh Seketaris Negara Amerika yaitu George Marshall. Inti dari rencana tersebut adalah memberikan bantuan kepada negara Eropa Barat yang terkena imbas Perang Dunia II sekaligus berusaha membendung pengaruh komunisme di Eropa Barat. Program tersebut berjalan dari tahun 1947 dan berakhir pada tahun 1951. Syarat untuk memperoleh bantuan ini dengan memenuhi kesepakatan sebagai berikut :
1.      Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya.
2.      Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan :
a. Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang.
b. Mengurangi penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran perdagangan antara negara-negara peminjam.
c.   Mencegah terjadinya inflasi.
d. Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara atas dasar sendi-sendi perekonomian yang sehat.
Dengan adanya Marshall Plan, maka tertanamlah dasar-dasar terbentuknya kerjasama yang erat antara negara-negara Eropa Barat dalam pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun 1951, maka Amerika Serikat lebih mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap kemungkinan meluasnya paham komunis.

2. Terbentuknya MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)
            Pada tanggal 9 Mei 1950, Perdana Menteri Prancis Robert Schuman mencanangkan kerjasama dalam segala hal meliputi ekonomi dan militer yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari Eropa. Pada 1951, para konsumen dan produsen utama batu bara dan baja di Eropa Daratan, dua barang yang paling pokok untuk pembangunan kembali Eropa Barat, menciptakan Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa (ECSC). Enam anggotanya, Perancis, Jerman Barat, Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Italia, bermaksud menaruh kompleks industri Ruhr, jantung kekuatan industri Jerman, di bawah kendali internasional, dengan cara itu mendorong kerjasama dan kerukunan, dan juga kekuatan ekonomi.
Disemangati keberhasilan ECSC, pada 1957 enam negeri itu mendirikan Komunitas Ekonomi Eropa (EEC), juga dikenal sebagai Pasar Bersama: suatu penyatuan bea yang menciptakan pasar bebas di antara negara-negara anggota dan berusahan meningkatkan kondisi kehidupan mereka (Perry, 2013: 415-416). European Economic Community (EEC) berdiri berdasarkan Perjanjian Roma pada tahun 1957. “the first important move came in response to suggestions bythe United State Secretary of State, George C. Marshall. In the summer of 1947 sixsteen goverments agreed to reform an Organization for European Economic Cooperation (OEEC). “ : OEEC ini awalnya dicanangkan oleh Sekretaris Negera Kesatuan Eropa yang bernama Marshall (Ferguson, 1958: 975). Sepuluh tahun berselang, tepatnya pada tahun 1967 digaungkan dengan Masyarakat Batu Bara dan Besi Baja Eropa dan Masyarakat Atom Eropa (Euratom) menjadi Masyarakat-Masyarakat Eropa (MEE atau ME) (Luhulima, 1992: 302). Dengan adanya komunitas tersebut, menjadikan Masyarakat Eropa sebagai “pilar utama” dari Uni Eropa.
            Banyak keberhasilan yang telah dicapai pembentukan ME, tetapi banyak rintangan non-tarif yang dibangun sesudah itu dan menyulitkan pemanfaatan pasar yang amat besar ini. Sejak semula ME berkembang menuju ke arah suatu kelompok internasional yang perlu diperhitungkan. Penghapusan tarif dan pembatasan-pembatasan kuantitatif ke dalam diiringi ke luar dengan pembentukan Tarif Bea Bersama (Common Customs Tariff) dan Kebijakan Komersial Bersama (Common Commercial Policy). Kebijakan bersama yang lain, ialah Kebijakan Pertanian Bersama (Common Agricultural Policy), Kebijakan Perikanan Bersama (Common Fisheries Policy), dan akhir-akhir ini kebijakan bersama dalam bidang pengangkutan dan lingkungan (Luhulima, 1992: 302-303).

3.      Perkembangan ME hingga menjadi UE
Uni Eropa (European Union atau UE) adalah sebuah organisasi antar pemerintahan dan supranasional yang terdiri atas negara-negara Eropa. Uni Eropa sejak 1 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota. Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan perjanjian Maastricht) pada 1992 (Djaja, 2012:).
Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antar pemerintah. Di beberapa bidang keputusan-keputusan ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan dibidang-bidang lainnya lembaga-lembaga organ yang bersifat supranasional menjalankan tanggungjawab tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya. Lembaga organ penting di dalam UE adalah Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa, Dewan Eropa, Mahkamah Eropa, dan Bank Sentral Eropa. Terdapat pula Parlementer Eropa yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga negara anggota.
3.1 Sejarah Pembentukan Uni Eropa
Kesadaran terhadap dampak negatif dari peperangan pada masa lalu menyebabkan negara-negara Eropa yang termasuk ke dalam blok Eropa Barat mendirikan Council of  Europe. Dalam perkembangan Uni Eropa, negara-negara pionir-yang jugadikenal dengan sebutan The Inner Six sering melakukan pertemuan-pertemuan dan menghasilkan banyak traktat-traktat yang menghasilkan banyak kesepakatan baru. Hal yang mencolok adalah semakin banyaknya negara-negara Eropa yang bergabung dengan The Inner Six sehingga terbentuknya persatuan yang saat ini dikenal dengan sebutan European Union.
Setelah perang Dunia 1 dan Perang Dunia II, keinginan untuk mendirikan Uni Eropa semakin meningkat, didorong oleh keinginan untuk membangun kembali Eropa dan menghilangkan kemungkinan perang lainnya. Oleh karena itu dibentuklah European Coal and Steel Community oleh Jerman, Prancis, Italia, dan negara-negara Benelux. Hal ini terjadi oleh Perjanjian Paris (1951), ditandatangani pada April 1951 dan dimulai pada Juli 1952.
Untuk menyederhanakan alur sejarah panjang UE, berikut ditampilkan tabel kronologis peristiwa sejarah penting UE.        
Tahun
Peristiwa
9 Mei 1950
Pidato Perdana Menteri Prancis Robert Schuman yang selanjutnya diperingati sebagai “Europe Day”
18 April 1951
Pendirian ESCS (European Coal and Steel Community oleh Jerman, Prancis, Italia dan Benelux)
25 Maret 1957
Pendirian EEC (European Economic Community) Dan Euratom (European Atom Community)
30 Juli 1962
EU memulai kebijakan pertanian di mana pertanian di bayar dengan harga yang sama untuk produk mereka
20 Juli 1963
EU menandatangi perjanjian internasional pertama mereka di mana EU akan membantu 18 negara bekas koloni mereka di Afrika
1 Juli 1968
The Inner Six menghapus bea masuk atas impor dan ekspor antar negara
24 April 1972
Rencana pertama Uni Eropa untuk mata uang tunggal berasal dari tahun 1970. Merupakan langkah pertama menuju pengenalan euro, 30 tahun kemudian.
1 Januari 1973
Masuknya Irlandia, Inggris, Denmark
10 Desember 1974
Untuk menunjukkan solidaritas EU membentuk European Regional Development Fund
7 – 10 Juni 1979
Warga negara Uni Eropa untuk pertama kalinya secara langsung memilih anggota Parlemen Eropa
1 Januari 1981
Masuknya Yunani
1 Januari 1986
Masuknya Spanyol dan Portugal
17 Februari 1986
Penandatanganan Single European Act (SEA)
15 Juni 1987
EU meluncurkan program “Erasmus” untuk mendanai mahasiswa yang ingin belajar selama satu tahun di negara Eropa lain.
7 Februari 1992
Treaty of Maastricht (Treaty of European Union)
1 Januari 1995
Bergabungnya Austria, Finlandia dan Swedia
26 Maret 1995
Perjanjian Schengen berlakudi tujuh negara : Belgia, Jerman, Spanyol, Perancis, Luksemburg, Belanda, dan Portugal. Wisatawan dari setiap negara dapat melakukan perjalanan di negara-negara ini tanpa kontrol paspor di perbatasan. Dan mulai sejak itu negara – negara anggota EU mengadopsi perjanjian tersebut
17 Juni 1997
Penandatanganan Perjanjian Amsterdam (Treaty of Amsterdam)
13 Desember 1997
Pemimpin EU sepakat untuk memulai proses perundingan keanggotaan dengan 10 negara dari eropa tengah dan timur: Bulgaria, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Romania, Slovakia, dan Slovenia. Juga termasuk kepulauan yang berada di Laut Mediterania, Cyprus, dan Malta
1 Januari 1999
Euro diperkenalkan di 11 negara (Di ikuti oleh Yunani pada tahun 2001) untuk transaksi komersial dan finansial. Uang kertas dan koin akan menyusul. Negara-negara Euro adalah Belgia, Jerman, Yunani, Spanyol, Perancis, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Austria, Portugal, dan Finlandia. Denmark, Swedia, kecuali Inggris tetap mempertahankan GBP untuk sementara waktu
1 Januari 2002
Peluncuran Euro sebagai mata uang EU
1 Mei 2004
Delapan Negara Eropa tengah dan timur: Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Hongaria, Polandia, Slovenia, dan Slovakia bergabung dengan UE
1 Januari 2007
Negara dari Eropa timur, Bulgaria dan Rumania bergabung dengan UE
13 Desember 2007
Ke-27 Negara Eropa yang bergabung dengan EU menandatangani Treaty of Lisbon

4 Bentuk-bentuk Kerja Sama Indonesia dengan UE
4.1 Bidang Politik dan Ekonomi
Uni Eropa (UE) dan Indonesia telah membuat kemajuan-kemajuan yang signifikan dalam membangun sebuah kemitraan yang modern dan berorientasi ke luar. Hal tersebut berakar pada penguatan hubungan perdagangan, suatu keterkaitan bersama untuk memajukan demokrasi dan hak asasi manusia, aksi terhadap perubahan iklim dan terorisme di dalam dan luar negeri dan memperluas mata rantai dari orang ke orang. Kepentingan-kepentingan strategis yang menjadi inti hubungan tersebut.
Indonesia adalah raksasa perdagangan dan perekonomian yang sedang tumbuh, anggota G20 dengan pertumbuhan berkesinambungan yang diharapkan mencapai 7% dan iklim yang semakin memikat para investor. Indonesia diuntungkan dengan lokasi yang secara strategis, menarik lebih dari setengah perdagangan dunia melintasi bagian utara perbatasan lautnya.
Perhatian dan komitmen bersama untuk menjalin  kolaborasi yang lebih erat saat ini diwujudkan dalam Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama (PCA) UE-Indonesia yang ditandatangani pada bulan November 2009. PCA ini membuka jalan menuju kerjasama yang lebih erat dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, lingkungan hidup, energi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, migrasi dan anti-terorisme. Perluasan dan pendalaman kerjasama kami dilakukan melalui:
a.       Upaya-upaya untuk mendorong arus perdagangan, investasi dan akses pasar, termasuk dengan melakukan upaya ambisius untuk mencapai Perjanjian Kemitraan Ekonomi secara Menyeluruh yang mencakup perdagangan, investasi dan jasa.
b.      Mempererat mata rantai dari orang ke orang, termasuk melalui program beasiswa Erasmus Mundus, pembaruan akses oleh Indonesia terhadap peluang Penelitian dan Pengembangan UE dan peningkatan sektor pariwisata
c.       Pengembangan pertukaran antarbudaya dan pelibatan kelompok-kelompok Islam moderat. Hal tersebut memperkuat program-program kerjasama pembangunan UE di Indonesia yang substansial, yang memberikan dukungan kepada: proses reformasi Indonesia di bidang demokratisasi, hak asasi manusia, tata kelola pemerintahan yang baik; pengentasan kemiskinan, termasuk pendidikan; peningkatan iklim perdagangan dan investasi; mengatasi masalah-masalah lingkungan dan mempromosikan kerjasama ASEAN.
Seiring dengan semakin eratnya hubungan politik, struktur-struktur baru dalam kesepakatan politik akan diberikan pada saat diberlakukannya Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama UE setelah ratifikasi oleh Negara-Negara Anggota UE dan Indonesia.


4.2 Bidang Perdagangan
  Uni Eropa merupakan salah satu kekuatan perdagangan utama di dunia dengan komitmen multilateral yang kuat. Pasar tunggal Uni Eropa, yang merupakan seperangkat peraturan dagang, cukai dan prosedur bersama yang berlaku di seluruh 27 Negara Anggota, menjadikan Uni Eropa sebagai suatu pasar yang sangat menarik bagi negara-negara lain. Sementara itu, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu mitra penting bagi Uni Eropa baik dalam perdagangan maupun investasi.
Bagi Indonesia, Uni Eropa merupakan tujuan ekspor nonmigas terbesar, dan volume perdagangan di antara kedua belah pihak terus mengalami tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Para investor Eropa juga telah membuktikan bahwa mereka merupakan salah satu mitra Indonesia yang paling stabil dan dapat diandalkan. Tugas utama dari Delegasi Uni Eropa di Indonesia adalah memfasilitasi arus perdagangan dan investasi antara Uni Eropa dan Indonesia, serta membantu perusahaan-perusahaan dalam menjawab tantangan-tantangan dan rintangan-rintangan yang mereka hadapi ketika melakukan usaha lintas batas.
Pada saat yang bersamaan, Uni Eropa sedang memfasilitasi ekspor Indonesia ke Uni Eropa melalui pemberian akses istimewa ke pasarnya melalui skema Generalized System of Preference (GSP). Guna membantu mendukung perluasan perdagangan lebih lanjut antara Uni Eropa dan Indonesia, Uni Eropa memberikan bantuan kepada Indonesia melalui kerjasama ekonomi dan perdagangan.
4.3 Bidang Pembangunan
Kerjasama Komisi Eropa di Indonesia dirancang untuk mendukung kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesa, sebagaimana yang dicerminkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah. Kerja sama tersebut juga mengikuti kebijakan-kebijakan kerja sama pembangunan secara keseluruhan dari Uni Eropa. Sektor-sektor fokus dalam jumlah terbatas telah disepakati bersama dalam Country Strategy Paper  (CSP) 2007-2013, yaitu sektor:
1) Pendidikan
2) Perdagangan dan Investasi
3) Penegakan Hukum dan Keadilan.
Alokasi indikatif yang telah disediakan untuk periode tahun 2007-2013 menempatkan Indonesia sebagai penerima bantuan pembangunan Komisi Eropa terbesar kedua di Asia setelah Afganistan.
Pada tanggal 23 November 2007, dengan dihadiri oleh Presiden Indonesia dan President Komisi Eropa, Pemerintah Indonesia dan Komisi Eropa menandatangani sebuah Nota Kesepahaman untuk merumuskan bantuan keuangan gelombang pertama sebesar € 248 juta yang mencakup periode tahun 2007-2010, yaitu untuk pendidikan (€ 198 juta), perdagangan dan investasi (€ 30 juta), penegakan hukum dan reformasi peradilan (€ 20 juta). Bantuan gelombang kedua dan alokasi untuk sektor baru untuk periode tahun 2011-2013 akan ditentukan pada tahun 2010 setelah dilakukan Tinjauan Tengah Waktu.
Selain kerja sama bilateral dalam kerangka CSP, Indonesia dapat memperoleh manfaat dari kerja sama regional dan program-program tematik. Komisi Eropa juga memberikan tanggapan yang cepat dan substansial terhadap keadaan-keadaan darurat melalui Departemen Bantuan Kemanusiaan Komisi Eropa (ECHO) serta mendukung Rekonstruksi pascatsunami/gempa bumi di Aceh-Nias dan Yogyakarta (€ 246 juta) serta Proses Perdamaian Aceh.

Kesimpulan
            Uni eropa dibentuk bertujuan untuk menjadikan negara-negara di Eropa bersatu. Dengan adanya persatuan ini, Eropa semakin maju dan menghasilkan pengelolaan ekonomi yang baik karena pergerakan perekenomian seperti perdagangan diatur dengan kesepakatan bersama. Seperti kesepakatan untuk membentuk mata uang tunggal yakni Euro dan pemerintahan tunggal yang mengatur seluruh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa.




DAFTAR PUSTAKA
Djaja, Wahyudi. 2012. Sejarah Eropa: Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Ferguson, Wallace K. & Geoffrey Bruun. 1958. A Survey Of European Civilization. Boston: Houghton Mifflin Company.
Luhulima, C.P.F. 1992. Eropa Sebagai Kekuatan Dunia: Lintasan Sejarah Dan Tantangan Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Perry, Marvin. 2013. Peradaban Barat: Dari Revolusi Prancis Hingga Zaman Global. Bantul: Kreasi Wacana.
Pipes, Richard. 1981. Modern Europe. Illinois: The Dorsey Press.



About Me

pendidikansejarahofferingdum
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info